KOMSI KOMSA

 


Halo semua! Pada kesempatan kali ini kami sangat antusias untuk membagikan ulasan buku terbaru yang pastinya akan memikat perhatian Anda. Buku ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Yuk, simak ulasannya.

Komsi Komsa

 karya E.S. Ito 

  

  Komsi Komsa karya E.S. Ito merupakan novel yang underrated, tidak banyak yang tahu novel ini. Di dalamnya menceritakan tentang Sam, pemuda Indonesia yang berniat mengeyam pendidikan militer di Saipan tetapi ia tidak lolos sehingga memutuskan untuk mati. Namun seorang dokter Amerika menyelamatkan dan mengirimnya ke Tanah Paman Sam untuk menjadi manusia berpendidikan. Tetapi, Sam malah terjebak utang judi pada mafia yang ada di sana.

    Novel ini terdiri dari 10 bab dengan jumlah halaman sebanyak 350 halaman. Meskipun tidak terlalu tebal, novel ini agak berat. Bahkan bisa dibilang, ini buku sejarah berkedok novel. Karena saking banyaknya peristiwa sejarah yang menjadi latar peristiwa dari setiap kejadian yang menimpa Sam. 

    Salah satu peristiwa yang diangkat adalah pengeboman pesawat Kashmir Princess di sekitar Laut Cina Selatan pada 11 April 1955. Pesawat ini merupakan pesawat carteran Air India jenis Lockheed L-749A yang berisi delegasi Tiongkok untuk Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Peristiwa tersebut mengakibatkan tewasnya 16 orang dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah KAA karena targetnya adalah Perdana Menteri Tiongkok Zhou Enlai yang kebetulan tidak jadi naik pesawat tersebut. 

    Serangkaian kekacauan pun rupanya dipersiapkan selama KAA berlangsung. Namun, hal itu berhasil digagalkan. Di kesempatan ini pula, Sam akhirnya berkenalan dengan Lalla, yang tadinya ia kira perwakilan dari delegasi India namun baru belakangan diketahui, perempuan yang menarik hatinya adalah seorang agen rahasia dan mesin pembunuh yang masih belum dapat dipastikan akan berpihak kepada Sam atau tidak.

    Hidup Sam berloncatan sebegitu dinamisnya. Selepas dari Bandung, dia loncat ke Singapura dan terlibat dalam serentetan pembunuhan keji. Dari sana, ia mencari perlindungan ke India sebelum memprakarsai proses pengiriman senjata untuk kaum pemberontak di Tibet. Ada banyak lagi peristiwa sejarah yang dimasukkan dalam plot cerita tersebut dan memang terjadi di dunia nyata. Semuanya dibungkus dalam satu cerita runut yang menjadi sebuah masterpiece. 

    Nah, mungkin dari judulnya kalian akan bingung arti dari Komsi Komsa itu. Dari buku tersebut, kata Komsi Komsa diucapkan oleh Angus saat  berbincang dengan Sam tentang betapa harga diri orang Skotlandia tidak ada artinya di dunia ini. "Comme ci comme ca begitu kata orang Prancis, Boy." dan "So-so. Begitu-begitu saja, Boy. Mau merdeka mau dijajah sama saja.". Dari hal ini, bisa disimpulkan bahwa Komsi Komsa artinya begitu-begitu saja.

    Sulit menjabarkan isi dari novel ini karena permasalahannya sangat kompleks. Mulai dari Sam yang terjerumus dalam serangkaian pekerjaan penyelundupan narkotika, orang hingga ratusan pucuk senjata. Sam pun harus mengungkap siapa sutradara besar di balik semua tugas klandestin yang memanjang dari Amerika, Tibet, India, Vietnam, Afrika Utara hingga rencana yang melibatkan pembunuhan Soekarno. Benar! Kalian akan diajak menjelajah berbagai negara di novel ini. Jadi lebih baik langsung dibaca sendiri saja~. 

    Sebagai penutup, inilah salah satu quotes dalam novel tersebut, "Peperangan ideologi dunia ini adalah kutukan terburuk untuk umat manusia. Bangsa-bangsa yang harusnya disatukan untuk memperbaiki nasib hidup, dipisahkan oleh gagasan-gagasan tidak kasat mata. Aku melihat bagaimana ideologi memperbudak manusia di setiap dunia. Dalam partai-partai politik, milisi bersenjata, dan bahkan dalam urusan kemanusiaan." ㅡTed Williams, Komsi Komsa.  

Baca Selengkapnya di buku KOMSI KOMSA ini.



Sekian ulasan tentang buku kali ini. Kami berharap Anda tertarik untuk membacanya dan menemukan inspirasi dari cerita yang disajikan. Jika ada pertanyaan atau tanggapan, silakan tulis di bagian komentar. Sampai jumpa di ulasan buku berikutnya...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEDAGOGY OF THE OPPRESSED (PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS )

KISAH PARA ULAMA TERDAHULU MENGELOLA WAKTU

Sang Penakluk Andalusia